Pages

Bahan Kontras

Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan visualisasi (visibility) struktur-struktur internal pada sebuah...

Physic Radiation

Sinar X adalah salah satu radiasi gelombang elektromagnetik buatan yang memiliki panjang gelombang sangat pendek 10-7m...

CT-SCAN

Pemeriksaan CT Scan Thorax

Kedokteran Nuklir

Kedokteran nuklir adalah bidang kedokteran yang memanfaatkan materi radioaktif untuk menegakkan diagnosis, terapi penyakit serta penelitian...

MRI(Magnetic Resonance Image)

MRI( Magnetic Resonance Imaging ) merupakan suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh anda...

Tampilkan postingan dengan label CT-SCAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CT-SCAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Informasi PET/CT-SCAN

      Pusat PET/CT AsiaMedic memiliki PET/CT Discovery ST General Electric, sebuah mesin PET/CT scanner dengan sistem terpadu dan lengkap sehingga hasil pemeriksaan kanker dan jantung dapat diperoleh secara optimal. Sistem ini memadukan teknologi PET (Positron Emission Tomography) dan CT (Computed Tomography) untuk menghasilkan gambar dalam 2 dan 3 dimensi. Sistem Discovery ST memudahkan dokter dalam memberikan diagnosa lebih akurat bagi penderita kanker karena lebih sensitif, cepat serta mempunyai resolusi tinggi.

1. SEKILAS MENGENAI PET/CT SCAN

PET/CT Scan dapat membantu dalam memberikan informasi berikut:

  • Lokasi utama dari sel kanker;
  • Penyebaran sel kanker;
  • Ukuran dari sel kanker/tumor;
  • Pilihan terapi yang optimal;
  • Mengetahui efektifitas dari terapi pengobatan yang sedang dijalani pasien;
  • Mendeteksi tumor yang timbul kembali, mulai dari lokasi dan seberapa jauh penyebarannya dalam tubuh.

2. Fungsi dari PET/ CT Scan


  • Diagnosa dan Mengetahui Stadium Kanker
PET Scan sangat  sensitif dalam mendeteksi sel kanker dan penyebarannya, serta memberikan informasi stadium dari kanker tersebut. Pemeriksaan PET dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker paru-paru, kanker otak dan leher, kanker usus besar, kanker kulit, kanker payudara, lymphoma dan jenis kanker lainnya. Scanning dapat dilakukan untuk seluruh tubuh guna mengetahui lokasi utama dari sel kanker serta lokasi penyebaran dari sel tersebut.

  • Membedakan antara Tumor Jinak dan Ganas
Pemeriksaan PET mampu menunjukkan lokasi sel kanker dengan akurat dan mengidentifikasi pertumbuhan sel jinak atau ganas serta membedakan antara jaringan sel kanker dan jaringan sehat.

  • Monitor Hasil Pengobatan
PET mampu mendeteksi respon kemoterapi lebih baik dari CT Scan atau MRI. Hasil tersebut amat membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan lebih lanjut (seperti radiasi atau pembedahan). Juga memudahkan dokter untuk menentukan efektifitas dari suatu pengobatan dan mengganti jenis pengobatan jika perlu.

  • Deteksi Dini Pertumbuhan Ulang Sel Kanker
PET merupakan metode pemeriksaan yang paling sensitif dalam mendeteksi pertumbuhan ulang sel kanker dan penyebarannya. Deteksi dini dari pertumbuhan tersebut amat membantu dalam memutuskan pencegahan dan pengobatan lebih dini.

  • Membedakan antara Pertumbuhan Ulang dan Perubahan Struktural setelah Pengobatan
Karena PET mendeteksi perubahan secara metabolis ketimbang struktural, pemeriksaan ini lebih akurat daripada CT dan MRI dan dapat membedakan antara pertumbuhan ulang sel kanker dengan perubahan struktural sebagai akibat dari terapi pengobatan. Hal ini memungkinkan dokter memberikan diagnosa pengobatan lanjutan jika perlu.

  • Evaluasi Kelainan pada Otak
PET juga dapat digunakan untuk mendiagnosa kelainan metabolisme pada otak dan mampu mendiagnosa penyakit Alzheimer serta penyebab lain dari demensia.


3. Keuntungan Menggunakan PET/CT Scan:

  • Memiliki sensitifitas klinis yang tinggi sehingga dapat mendeteksi sel kanker secara dini
  • Memberikan hasil dan gambar resolusi tinggi
  • Teknologi ini memberikan informasi secara menyeluruh, pasien serta keluarga dapat menjalani pengobatan yang disarankan oleh dokter dengan tenang
  • Pemeriksaan PET/CT sangat bermanfaat baik bagi pasien yang diduga menderita kanker maupun pasien yang tengah menjalani pengobatan.
4. Siapa saja yang memerlukan pemeriksaan PET/CT Scan?

  • Pasien yang memiliki faktor risiko kanker yang tinggi
  • Pasien penderita kanker
  • Pasien yang pernah menderita kanker
5. Prosedur Pemeriksaan PET/ CT Scan

  • TAHAP PERSIAPAN:  Pasien diminta untuk mengganti pakaian dengan gaun pasien yang sudah disediakan dan akan dilakukan pemerikssan berat badan dan level gula darah

  • TAHAP PENYERAPAN: Pasien akan diberikan suntikan radiotracer (FDG) dan dipersilahkan berbaring selama 1 - 1.5 jam agar cairan FDG menyerap dalam tubuh. Kemudian pasien akan dipindahkan ke ruang pemeriksaan.

  • TAHAP SCANNING: Dalam tahap ini, pasien akan dibaringkan di atas meja otomatis. Scanning akan berlangsung selama 30  60 menit, tergantung dari area tubuh yang diperiksa. Oleh karena itu sebaiknya pasien mempersiapkan waktu sekitar 2-3 jam di klinik untuk menyelesaikan prosedur ini.   

          Sumber :http://www.asiamedic.com.sg/Indonesian-PET-CT-Scan-Informasi.aspx

Jumat, 03 Mei 2013

Pemeriksaan CT Scan Thorax

Indikasi Pemeriksaan :
Evaluasi variasi sistemik atau kelainan thorax; deteksi / follow up tumor/cancer (Limphoma, Carcinoma bronchus)

Hasil Yang diharapkan:
Mendapatkan gambaran yang jelas antara jaringan dan pembuluh darah di daerah thorax (Enhancement kontras) dan dapat membedakan daerah mediastinum dan struktur hillar dengan baik.
Dibuat dari area apex paru sampai dengan dibawah sinus costoprenicus atau beberapa klinisi menginginkan sampai daerah supra renalis untuk pemeriksaan post kontrasnya.

Teknik Pemeriksaan:
Pemberian kontras sebanyak 60-80 ml , 300 mg/ml di suntikan dengan flow rendah 1,5 -2,5 ml/dtk dan sedapat mungkin berdurasi lama (> 30 detik) untuk memastikan didapatnya fase kontras saat scan berlangsung pada daerah pembuluh darah thorax. Pemberian flushing (NaCl) disarankan untuk mengurangi artifact dari perivena (SVC), selain itu disarankan pula untuk melakukan scanning dengan arah caudo-cranial.
Untuk menentukan delay scan dibuat dengan rumus :
Delay = t INJ+ 6 s - t SCAN
t INJ : waktu/durasi penyuntikan
t SCAN : Waktu/durasi scan
6 s didapat dari delay untuk pemberiaan aba-aba
  
1. Pulmonary Arteries

Indikasi Pemeriksaan :
Acute pulmonary embolism, chronic thrombo-embolic pulmonary hypertension (CTEPH), pulmonary arteriovenous malformations (AVM), pulmonary artery aneurysms, and arteriovenous fistulas.

Hasil yang diharapkan :
Mendapatkan gambaran dengan enhancement kontras pada daerah Arteri Pulmonum yang diharapkan dapat mendeteksi adanya kelainan vascular , menunjukan adanya filling defect atau mural thrombus.

Teknik Pemeriksaan :
Sangat dibutuhkan kontras dengan konsentrasi tinggi (350-370) untuk dapat memberikan pembeda yang jelas antara vascular dengan jaringan lainnya terutama kelainan yang ada di daerah arteri dan kelainan intraluminalis. .
Pemberian kontras dengan flow rate 3-4 ml/detik (dengan injektor) dibutuhkan jika kontras yang digunakan dengan konsentrasi standar (300-350). Tapi jika menggunakan kontras dengan konsentrasi diatas 350 flow rate dapat diturunkan menjadi 2,5 - 3 ml/detik
Pemberian Saline (NaCl) flushing disarankan (30-50 ml dengan flow rate yang sama).
Delay scan diatur dengan rumus sbb:
Delay = t INJ+3 s – t SCAN
t INJ : waktu/durasi penyuntikan
t SCAN : Waktu/durasi scan
3 s merupakan batas minimal delay alat CT
Untuk pasien dengan gangguan pada sirkulasi jantung (CardioCirculatory distress/CTEPH), disarankan dengan flowrate rendah, sebab adanya gangguan fungsi pada cardiac outputnya akan mempengaruhi gambaran kontrasnya

Prosedur umum :
Topogram: AP, dengan panjang area topo : 512 mm.
Posisi Pasien : Pasien di posisikan supine, lengan tangan diposisikan nyaman di atas samping kepala (bersandar pada bantal)., kaki nyaman dengan pengganjal di lutut.
Pemeriksaan dibarengi dengan aba-aba : Tarik Nafas – Tahan – Nafas biasa
Post processing dibuat 2 window yaitu :
- Mediastinum (Jaringan) dengan kernel/filter : B30smooth
- Lung (Bronchus) dengan kernel/filter : B70 sharp
Ketebalan irisan : 8 – 10 mm untuk dicetak di film (+ 2-4 lembar)
Jika menginginkan gambaran coronal dan sagital yang baik dibutuhkan data rekonstruksi dengan irisan yang tipis 1 - 1,5 mm selanjutnya diproses di aplikasi 3D.
Protocol Pemeriksaan :
CT Scan : Somatom Sensation 64 Slice
kV : 120
Effective mAs/Quality ref. mAs : 100
Rotation Time : 0.5 sec.
Acquisition : 64 x 0.6 mm
Slice collimation : 0.6 mm
Slice width : 8.0 mm
Feed/Rotation : 26.9 mm
Pitch Factor : 1.40
Increment : 8.0 mm
Kernel : B31f dan B70f
CTDIVol : 7.7 mGy
Effective dose : Male: 3.53 mSv
Female: 4.46 mSv

Contrast medium IV injection
Start delay : 25 – 30 sec.
Flow rate : 2.5 ml/sec.
Total amount : 80 ml